News Detail

Kata Pelatih Timnas BMX China tentang BMX dan Virus Corona

Ketika Rob Darden didaulat menjadi pelatih timnas China untuk Olimpiade pada tahun 2018 lalu, nggak ada yang mengira ia akan terhimpit situasi seperti sekarang. Saat ini, Rob berada di kota Shenzhen dan terkurung di sana selagi pemerintah China sedang berusaha gila-gilaan untuk mengendalikan epidemik coronavirus.

 

Seperti tipikal Darden pada umumnya, ia masih nampak kalem meskipun situasinya sekarang jauh banget dari kata ideal. Dilansir dari VitalBMX.com, Darden bercerita tentang keadaannya sekarang dan apa yang terjadi di sana. Berikut percakapannya.

 

Saat ini kamu berada di mana?

Di Shenzhen, China. 

 

Apakah kamu dikurung di kota ini?

Ya. Kami diamankan di sini. Sebenarnya, Chinese Cycling Association-lah yang mengamankan kami. Pemerintah kota sih nggak punya keharusan apa pun untuk mengamankan atau mengarantina.

 

Kamu bersama siapa saja?

Aku bersama segenap tim dan staff. Semuanya ada sebelas orang. Tapi

terpisah di tiga apartemen.

 

Apakah rasanya aman?

Iya. Aman kok.

 

Vibe di antara para kru gimana?

Sempat agak panik sih. Tapi sekarang baik-baik aja.

 

Adakah rekan kerjamu yang terinfeksi virus corona?

Sejauh ini, aku nggak ada kenal dengan orang-orang yang terinfeksi.

 

Di Shenzhen sendiri, apakah kotanya benar-benar mati, atau orang-orang masih beraktivitas seperti bisa?

Banyak toko-toko yang tutup, tapi masih banyak juga orang yang berangkat kerja seperti hari-hari biasa.

 

Jadi untuk saat ini kamu masih stuck di China sampai ada pemberitahuan lebih lanjut?

Ya. Mungkin ini yang terbaik buat kami saat ini. Idealnya sih tentu saja pergi dari sini, tapi buat bisa naik pesawat aja tuh nggak semudah itu. Belum lagi proses visa yang udah macam mimpi buruk, biasanya harus nunggu sampai dua bulan sampai disetujui. Itu aja kalau di event-event yang biasanya.

 

Pasti saat ini nggak ada yang riding sama sekali. Bener nggak?

Bener tuh. Tim kami juga belum riding sama sekali satu bulan terakhir dan nampaknya akan tetap kaya gini dalam waktu dekat ini. Kami diminta untuk tahan dulu sampai ada kabar lebih lanjut.

 

Apa yang biasa kalian lakuin untuk menghabiskan waktu?

Kami punya peralatan gym di apartemen, jadi kami masih bisa menjaga program latihan dengan ketat. Di luar itu, paling nonton film, hape-an, laptop-an...

 

Kamu kan masih bekerja keras untuk Olimpiade dengan para atlet perempuan. Apakah situasi saat ini menghentikan itu?

Nggak menghentikan juga sih, tapi memang memempersulit. Kami jadi jarang banget latihan, banyak event dibatalkan, dan mungkin harus melewati karantina dulu untuk bisa menghadiri event-event di seluruh dunia nantinya.

 

Apakah rider-ridermu nampak khawatir tentang situasi sekarang?

Ya. Tapi cuma sebatas selayaknya rider pada umumnya kok, mereka pengen bisa riding, latian, dan have fun kaya biasanya.

 

Apa strategimu untuk menghadapi beberapa bulan ke depan? 

Untuk sekarang, kami akan menetap di Shenzhen sampai bulan depan. Lalu kami akan ke Eropa Maret nanti untuk ikutan event C1. Dari sana, kami langsung ke Jepang untuk FISE World Cup, lalu ke Indonesia untuk Asian Continental Championships di weekend setelahnya. Lalu pulang ke China.

 

Sempat kaget nggak ketika FISE di Puyang dibatalkan?

Enggak. Sama sekali enggak. Kamu sama sekali nggak bisa terbang ke China saat ini. Ada keharusan buat karantina dan sesudah itu pun resikonya masih terlalu tinggi. Nggak ada orang benar-benar yang mau ke sini. Aku udah ngira kalo federasi-federasi di dunia bakal membicarakan situasi ini dan bakal membatalkan acaranya. Sekarang, aku penasaran apakah FISE di Jepang nanti akan ditunda atau dibatalkan juga. Saat ini sih, masih ada.

 

Menurutmu, apakah ini bakal berdampak ke Olimpiade? 

Menurutku, pengaruhnya nggak akan sampai ke Olimpiade, asalkan seluruh pihak yang berwenang bisa mengendalikan epidemiknya sehingga angkanya nanti kian menurun. Tapi, nggak ada yang tau juga. Persoalan virus ini bisa tiba-tiba melonjak dan mematikan semuanya.

 

Apakah kami harus mengkhawatirkan mu?

Nggak usah. Aku baik-baik aja. Kami kuga melakukan segala pencegahan supaya bisa tetap aman. Semuanya di sini sangat bersih dan tersanitasi. Kami sama sekali berinteraksi dengan publik. Setiap hari, kami wajib melaporkan suhu tubuh. Kami juga punya juru masak full-time yang tinggal bersama kami. Jadi, makanan kami pun terjamin.

 

Artikel asli dapat dibaca di VITALBMX